LIMAPULUH KOTA – Pasa Harau Art and Culture Festival bakal kembali digelar di Lembah Harau, Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Acara ini merupakan pertunjukan peristiwa budaya Minangkabau.

“Insya Allah, acara kita gelar 25 sampai 27 Agustus nanti,” kata anggota Dewan Pasa Harau Ijot Goblin, saat launching Pasa Harau Art And Culture Festival 2017, di pendopo kediaman dinas bupati, Labuah Basilang, Payakumbuh, Kamis (3/7/2017).

Launching Pasa Harau ini dipimpin Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. Selain Irfendi. Dalam acara itu, hadir pula Wakil Ketua DPRD Sastri Andiko Dt Putiah, Sekdakab M Yunus, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparatur Pemerintah Nagari Harau, anggota Dewan Pasa Harau Muhammad Bayu Vesky, Yusra Maiza dan Ca’un.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Pasa Harau 2017 nanti juga menjadi saksi peristiwa budaya dengan ritual meminum kopi kawa daun oleh 1.001 orang. “Diharapkan, nantinya memecahkan rekor MURI,” kata Bupati Irfendi Arbi.

Irfendi juga berharap event kedua ini bakal meraih sukses besar. “OPD terkait, sudah saya perintahkan, koordinasi dengan penyelenggara, dengan Dewan Pasa Harau. Maksimalkan persiapan acara, lakukan penguatan yang terintegrasi,” papar dia.

Menurut Irfendi, Pasa Harau bisa menjadi pintu masuk bagi Limapuluh Kota, dalam suksesi program Harau Menuju Dunia yang sudah dicanangkan. “Sekaligus perlu kami sampaikan, jika Pemkab sudah melakukan survei pembenahan infrastruktur jalan agar dibangun dua jalur,” tutur dia.

Ke depannya, Lembah Harau diharapkan bakal menjadi pusat wisata dan budaya yang terkonsentrasi. “Rencana Pemkab, jalur yang ada saat ini akan ditembus ke arah Kelok Sembilan via Lembah Harau—Ketinggian. Insya Allah, 2018 sudah mulai kita lakukan,” ujar Irfendi.

Dari sekian event penting wisata dan budaya Tanah Air, Pasa Harau yang perdana kali digelar 2016 sudah masuk radar biro perjalanan wisata dan budaya mancanegara. Secara nasional, Pasa Harau 2017 sudah dilaunching oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, lewat ajang Festival Indonesia Festival (Fest in Fest) Januari 2017, yang diikuti 31 penyelenggara festival kebudayaan dan seni di Tanah Air.

Panitia pelaksana optimistis jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara nanti, menembus 3.000 orang. Angka ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 1.500an orang.

“Untuk wisatawan mancanegara yang sudah membeli paket Pasa Harau, itu di angka 500-an,” kata Dewan Pasa Harau.

Rangkaian peristiwa budaya dan seni tradisi yang akan dihadirkan dalam Pasa Harau nanti meliputi ‘panjek karambia (memanjat pohon kelapa), pacu itiak, pacu jawi, batagak kudo-kudo, silek lanyah, panjat tebing dan main layang-layang. Kemudian, ada juga ritual budaya arak-iriang, sepak rago api, randai, sijobang, basijontiak serta beragam penampilan budaya lainnya.

Selain itu juga akan ada kincir angin berselimutkan embun yang harus dicapai dengan rute tracking yang berat. Pada festival ini, musikus Fariz Rustam Munaf bakal hadir sebagai bintang tamu.

“Kami juga sudah dapat konfirmasi, Maudy Koesnaedi dan beberapa pegiat seni perfileman, juga hadir sebagai tamu. Mereka sudah pesan paket wisatanya,” kata Dewan Pasa Harau.

Lembah Harau merupakan salahsatu lembah terindah di Indonesia. Terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya berada sekitar 138 km dari kota Padang dan sekitar 47 km dari kota Bukittinggi atau sekitar 18 km dari kota Payakumbuh dan 2 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota. Sejumlah transportasi baik sepeda motor atau minibus tersedia untuk umum, dan siap mengantarkan pengunjung dan wisatawan ke Harau.

(alv)
Sumber: sindonews.com

%d bloggers like this: